I.  Pengertian Pekarangan

pemanfaatan halaman rumah untuk menanam berbagai macam tanaman sayuran
Gambar1. Contoh pemanfaatan halaman rumah untuk menanam berbagai macam tanaman sayuran
Pekarangan adalah sebidang tanah di sekitar rumah yang mudah diupayakan untuk meningkatkan pemenuhan gizi menu keluarga. Pekarangan sering juga disebut sebagai lumbung hidup, warung hidup atau apotik hidup, sehingga jika pekarangan dikelola secara intensif sesuai dengan potensinya, disamping dapat memenuhi kebutuhan konsumsi, juga mampu memberikan sumbangan pendapatan bagi keluarga.
Pemanfaatan pekarangan adalah pengelolaan pekarangan melalui pendekatan terpadu dengan menanam berbagai jenis tumbuhan, contohnya tanaman sayuran. Dengan demikian, pemanfaatan pekarangan yang berorientasi pada ketersediaan bahan pangan terutama bahan sayuran yang beranekaragam dapat diandalkan sebagai salah satu cara untuk memenuhi gizi keluarga.

    II.  Pembagian Area Pekarangan

 Berdasarkan potensi pemanfaatannya, area pekarangan dibagi menjadi sebagai berikut :
  • Halaman Depan : Merupakan area pekarangan yang biasanya dimanfaatkan sebagai area penempatan lumbung, area menanam tanaman hias dan pohon buah, serta sebagai area menjemur bahan pangan hasil panen (misalkan padi) ataupun olahan makanan (misalkan kerupuk, ikan asin, dan lainnya)
  • Halaman Samping : Merupakan area pekarangan yang biasanya dimanfaatkan sebagai area menanam pohon yang menghasilkan kayu bakar, area menanam tanaman obat ataupun tanaman pangan, serta area pembuatan kolam ikan
  • Halaman Belakang : Merupakan area yang biasanya dimanfaatkan untuk menanam berbagai macam tanaman sayuran, tanaman bumbu, kandang ternak ataupun area menjemur pakaian.
pemanfaatan pekarangan rumah berdasarkan area : A. halaman depan dan; B halaman belakang
Gambar 2. Contoh pemanfaatan pekarangan rumah berdasarkan area : A. halaman depan dan; B halaman belakang

    III.  Metode Menanam Sayur di Pekarangan Rumah

Saat ini, menanam tanaman sayuran di pekarangan sudah menjadi tren tersendiri.Selain mampu menghemat pengeluaran keluarga karena mampu menghasilkan bahan pangan sendiri, keberadaan tanaman di pekarangan mampu menghasilkan pemandangan lingkungan rumah yang hijau dan asri.Selain itu, karena tanaman tersebut ada di halaman, membuat perawatan menjadi lebih mudah dilakukan.Pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam berbagai macam tanaman sayuran saat ini dapat dilakukan bahkan di pekarangan rumah di perkotaan, yang umumnya lebih sempit ketimbang di desa.
Keunggulan lainnya dalam menanam tanaman sayuran di pekarangan rumah adalah dapat memanfaatkan berbagai macam bahan yang ada di sekitar rumah sebagai wadah penumbuhan tanaman, misalkan botol bekas,ember, ataupun sepatu bekas. Sehingga, selain memperindah halaman dan memperoleh bahan makanan, kegiatan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran juga dapat dijadikan sebagai ajang mendaur ulang berbagai macam bahan bekas.
pemakaian barang bekas sebagai wadah menanam
Gambar 3. Contoh pemakaian barang bekas sebagai wadah menanam
Adapun dalam teknik memanfaatkan bahan bekas berupa botol sebagai wadah menumbuhkan tanaman sayuran, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
  • Pembuatan beberapa lubang di bagian leher botol untuk menjaga kelembapan tanah
  • Penambahan sedikit potongan kain sebagai pengantar air/nutrien ke tanah
  • Penyiraman tanaman di bagian atas yang hanya diperlukan sedikit dan sesekali (karena sudah tersedia air di bagian bawah botol)
  • Pencampuran pupuk dengan tanah yang akan dipakai untuk menanam tanaman
menanam tanaman dengan wadah botol bekas
Gambar 4. Cara menanam tanaman dengan wadah botol bekas
Untuk menyiasati ukuran lahan yang sempit, terdapat beberapa teknologi yang dapat diaplikasikan sebagai wadah untuk menanam sayuran di pekarangan, antara lain :
  • Wadah Pot/ Polybag
Membudidayakan tanaman dengan polybag membutuhkan media tanam yang dibuat dengan sifat – sifat fisika, biologi dan kimia yang baik dan sesuai dengan kebutuhan tanaman.  Penyiapan media tanam antara lain penyiapan tanah gembur, kompos yang berupa butiran halus serta arang sekam, dan dicampur dengan perbandingan 2:1:1. Pemeliharaan tanaman dengan cara ini tergolong mudah dan sederhana, antara lain penyiraman tanaman, menyiangi rumput, pemupukan secukupnya serta pemberian pestisida apabila tanaman terserang penyakit.
menanam tanaman dengan wadah polybag dan pot
Gambar 5. Contoh menanam tanaman dengan wadah polybag dan pot
  • Vertikultur
Vertikultur adalah teknik budidaya pertanian dengan memanfaatkan semaksimal mungkin ruang secara 3 dimensi, di mana dimensi tinggi (vertikal) dieksploitasi sehingga indeks panen per satuan luas lahan dapat ditingkatkan dengan cara bertanam tanaman dengan media selain tanah pada bak-bak tanaman yang diatur bertangga (Cascade Planting). Teknik budidaya vertikultur juga dapat diaplikasikan dengan bertanam dalam pot-pot gantung yang mengisi penuh ruang, dengan catatan tanaman yang tahan teduh ditempatkan di bagian bawah dan tanaman yang lebih suka atau tahan panas diletakkan di atas.
pengaplikasian vertikultur
Gambar 6. Contoh pengaplikasian vertikultur
  • Hidroponik
Cara menanam sayuran dengan teknik ini dilakukan dengan menggunakan beberapa pipa yang disusun berbaris yang dihubungkan dengan peralatan penunjang irigasi tanaman.Pipa tersebut disusun dengan sebuah rangka membentuk tangga, namun apabila lahan terlalu sempit, dapat memanfaatkan dinding atau pagar untuk menyusun pipa.Yang harus diperhatikan dari teknik ini adalah penyediaan cahaya yang cukup untuk pertumbuhan tanaman, baik dari segi peletakan pipa ataupun penyusunan jenis tanaman.
penerapan sistem hidroponik
Gambar 7. Contoh penerapan sistem hidroponik

 

  • Akuaponik
Akuaponik adalah gabungan dari sistem budidaya tanaman dengan budidaya ikan atau akuakultur.dengan sistem tanam hidroponik yang menggunakan air dan mampu mendaur ulang nutrisi.Dengan metode ini, selain bercocok tanam juga mampu sekaligus membiakkan ikan. Prinsip dasar metode ini adalah sistem resirkulasi atau pemanfaatan kembali aliran air yang sebelumnya digunakan dalam pemeliharaan ikan dan tanaman yang dibudidayakan di bagian atasnya berperan sebagai filter atau penyaring air. Tanaman tersebut akan menggunakan zat sisa yang dihasilkan oleh ikan sebagai nutrisi atau unsur hara yang dibutuhkannya sehingga penggunaan nutrisi dalam media ini sangat minim dan tanaman tidak memerlukan pupuk kimia lagi. Air yang kotor dan tercampur kotoran ikan tidak baik bagi pertumbuhan ikan, namun sangat bermanfaat bagi tanaman untuk pertumbuhannya.
pengaplikasian sistem akuaponik
Gambar 8. Contoh pengaplikasian sistem akuaponik

 

    IV.  Contoh Tanaman Sayuran Yang Dapat Ditanam di Pekarangan Rumah

Tanaman dalam kebun pada lahan sempitnya tentunya berbeda dengan tanaman pada lahan besar.Tidak semua jenis tanaman pada lahan besar dapat ditanam pada kebun dengan lahan sempit.Biasa jenis tanaman yang baik ditanam pada lahan sempit adalah jenis tanaman yang dapat langsung dikonsumsi setelah dipetik.Tidak semua jenis tanaman kecil dapat ditanam di kebun, karena ada beberapa jenis tanaman yang biasanya membutuhkan syarat tumbuh yang banyak seperti suhu dan kelembaban udara. Adapun beberapa tanaman yang dapat ditanam antara lain:

 

  • Terong
Terong atau dalam bahasa latin disebut dengan nama Solanum melongena merupakan sebuah tanaman berbatang keras yang menghasilkan buah panjang berwarna hijau dan ungu. Tanaman ini berbatang kayu dari kelas terna dan membutuhkan banyak air namun tetap tidak boleh tergenang air. Terong dapat dinikmati langsung dengan cara di goreng dengan tepung atau dijadikan bahan sayur bening.
terong yang tumbuh di pot
Gambar 8. terong yang tumbuh di pot

 

  • Cabai
Cabe atau dalam bahasa latin disebut sebagai Capsicum annum adalah salah satu tanaman yang buahnya biasa dijadikan sebagai bumbu yang dapat menemani hampir segala jenis makanan. Tanaman ini cocok ditanam pada media pot dengan ukuran minimum 5 liter. Meskipun dapat tumbuh dengan media pot yang lebih kecil akan tetapi buah cabe tidak menghasilkan hasil yang maksimal. Bibit tanaman ini juga sangat mudah dijumpai.Cukup dengan dengan membeli cabe di pasar atau bisa membeli bibittanaman langsung di toko tani dengan ukuran sedikit lebih banyak dari kebutuhan sebagai antisipasi bila gagal tumbuh atau layu.
Tanaman cabe
Gambar 9. Tanaman cabe

 

  • Sawi
Sawi adalah sayur dengan berbagai gizi di dalamnya.Untuk menikmati sawi dapat dilakukan dengan ditumis, dicampur dengan mie instan atau dimasak bening.Menanam sawi cukup mudah.Tidak seperti tanaman lainnya sawi membutuhkan jumlah air yang banyak. Tanaman Sawi dapat disiram pagi dan sore hari.
Tanaman Sawi
Gambar 10. Tanaman Sawi

 

  • Kangkung
Kangkung sangat banyak dijumpai di Indonesia, Mulai dari di sawah, sampai setiap tempat yang memiliki genangan air.Kangkung terdapat dua jenis, yang salah satunya adalah kangkung darat atau kangkung cabut.Bibit tanaman kangkung cabut dapat di beli di toko tani dengan harga 15000 sampai dengan 20000 rupiah perkilo.Tanaman kangkung cabut yang sudah tumbuh dapat juga ditanam pada media air. Menanam kangkung di air juga tergolong mudah, yakni hanya dengan membuang beberapa batang kangkung jenis apa saja ke tanah yang agak berair sekitar 5 cm dan tanaman kangkung akan tumbuh subur.
tanaman kangkung
Gambar 11. Tanaman kangkung

 

  • Bayam
Bayam adalah tanaman yang sangat kaya akan zat besi yang membantu menambah darah. Menanam bayam juga sangat mudah, yakni hanya dengan menabur bibit di atas permukaan tanah atau pot, kemudian menyiram setiap hari. Waktu umur panen bayam sangat cepat, hanya berkisar 10 sampai 14 hari, bayam segar hasil kebun sudah dapat dinikmati. Hanya saja tanaman bayam harus segera di panen karena bayang dengan usia sudah lebih 20 hari akan terasa pahit dan memiliki sedikit duri.
tanaman bayam
Gambar 12. Tanaman bayam

 

  • Selada
Selada atau dalam bahasa latin disebut Lactuca sativa adalah sayuran yang bisa ditanam pada lahan sempit. Sayuran ini banyak digunakan sebagai isi dari roti burger, bahan pembuat salad sayur dan pemanis atau garnis.Selada salah satu sayur favorit karena langsung dapat dimakan tanpa diolah terlebih dahulu namun tetap harus dicuci.Tanaman ini pada domestikasinya digunakan sebagai obat.Selada dapat ditanam pada media dengan pengairan yang terjaga, karena tanaman ini membutuhkan kelembaban tinggi.
tanaman selada
Gambar 13. Tanaman selada
*Sumber : Dinas Ketahanan Pangan 2018 dan berbagai sumber
TANAM SAYUR DI PEKARANGAN UNTUK MEMBANTU PEREKONOMIAN KELUARGA